Sabang dan Simeulue Potensial untuk Ocean Thermal Energy

Selasa, 18 Oktober 2016 BERITA MEDIA

Oleh sabangkota

Banda Aceh -- Dua daerah di Aceh, yaitu Kota Sabang dan Kabupaten Simeulu diketahui sebagai daerah yang paling cocok untuk pengembangan Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC). Teknologi ini memanfaat perbedaan suhu air di kedalaman laut dan permukaan laut untuk memproduksi listrik.

"Kita telah membuat kajian, bahwa ocean thermal energy sangat cocok untuk dikembangkan di Aceh. Kedudukannya sangat stategis," ujar Dr. Lukman Ibrahim dari Infrakomas Group Malaysia, dalam pertemuan dengan gubernur Aceh, di pendapa gubernur, Minggu (16/10/2016).

Lukman menyebutkan, project Ocean Thermal Energy memerlukan laut yang amat dalam yang melebihi 1000 meter. Aceh, katanya punya dasar laut yang dalam itu. Apalagi diketahui bahwa Sabang sebagai wilayah yang mempertemukan Samudera Hindia dan Selat Malaka yang bisa dikembangkan untuk pemanfaatan energi listrik.

Secara umum, ada dua investasi yang ditawarkan oleh Infrakomas yang bekerjasama dengan University Teknologi Malaysia, yaitu pemanfaatan air dasar laut yang bermineral tinggi yang hanya ada di Sabang serta pemanfaatan potensi panas laut yang bisa dikembangkan untuk energi listrik.

Menurut Lukman, jika investasi pada pembangkit listrik, suplai air yang sehat dan ocean thermal energy tersebut berhasil dikembangkan di Sabang, maka masyarakat dan Pemerintah Aceh akan memperoleh dua keuntungan sekaligus, yaitu power/energy dan air.

"Perlu diketahui bahwa mineral laut dalam lebih baik daripada mineral lain. Mineral darat cepat tercemar, beda dengan mineral laut dalam yang sangat baik," ujarnya Dr. Lukman.

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengapresiasi rencana Infrakomas tersebut. Rancangan OTEC untuk tenaga listrik dan suplay air minum yang direncanakan untuk dikembangkan di Sabang, kata gubernur, tentunya sangat berguna. Apalagi, yang akan dikembangkan sangat sesuai dengan yang apa yang diagendakan Presiden Jokowi yaitu akan membangun 35.000 MW energi terbarukan di Indonesia.

"Kita menyambut baik apa yang mereka (Infrakomas, Red) tawarkan. Dan ini adalah bagian dari green energy," ujar gubernur.

Teknologi OTEC itu sendiri diketahui telah juga dikembangkan di Big Island, Hawai, Amerika Serikat. Kume Island Jepang juga mengembangkan teknologi yang sama. Dari sisi lingkungan hidup, project tersebut diketahui tidak menimbulkan dampak pada pencemaran lingkungan baik dari segi udara maupun di air.

"Jika ini berhasil dikembangkan di Sabang, otomatis ini menjadi yang pertama di Indonesia. Sekarang tinggal kita tunggu komitmen mereka. Dan saya minta, semua persyaratan dipenuhi. Kita akan mempersiapkan MoU agar ini bisa segera direalisasi," ujar gubernur.

Hadir dalam paparan rencana investasi itu Dr. Muhammad Reza, Dato Prof. dr. Abu Bakar, dan Dato dr. Lukman Ibrahim.

Sementara Pemerintah Aceh dihadiri oleh gubernur, Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, Kepala Distamben, Kepala Biro Ekonomi dan Kepala Biro Humas Setda Aceh, pihak Universitas Syiah Kuala serta Penasehat Gubernur Aceh Bidang Tatakelola Pemerintah dan Pembangunan.

http://theglobejournal.com

Foto