Anggota DPR-RI prihatin jutaan rakyat korban narkoba

Sabtu, 08 Oktober 2016 BERITA MEDIA

Oleh sabangkota

Sabang (ANTARA Aceh) - Anggota Komisi III DPR-RI M Nasir Djamil, Jum'at di Sabang menyatakan keprihatinannya dengan banyaknya generasi bangsa menjadi korban narkoba, bahkan lebih dari enam juta rakyat Indonesia menjadi korban barang haram tersebut.

"Enam jutaan rakyat Indonesia menjadi korban narkoba dan data ini sangat memprihatinkan," kata Nasir Djamil yang didampingi Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam dan Kepala Rutan Kelas IIB Kota Sabang Tri Budi Haryoko di Rutan setempat.

Menurut politisi asal Aceh itu, sebelumnya Indonesia dijadikan lokasi transit barang haram tersebut, tetapi yang amat memprihatinkan sekarang Indonesia sudah menjadi produsen narkoba.

"Dulu Indonesia hanya lokasi transit narkoba dan sekarang sudah menjadi produsen, kondisi ini harus disikapi para penegak hukum dan saya berharap tidak ada penegak hukum yang bermain," katanya.

Putaran uang hasil transaksi narkoba disebutkan oleh politisi PKS ini mencapai ratusan triliun rupiah.

Pada kesempatan itu anggota Komisi III yang turut membidangi penegakkan hukum dan HAM ini juga berkomunikasi dengan narapidana di Rutan kelas IIB Kota Sabang, dan ia menanyakan kepada para tahanan apakah hukum di Indonesia sudah adil?

"Hukum di Indonesia belum adil," sahut para narapidana Kelas II-B Kota Sabang serentak.

Kepala Rutan Kelas IIB Kota Sabang Tri Budi Haryoko juga menyebutkan, jumlah narapidana di rutan paling ujung barat Indonesia keseluruhan sebanyak 51 orang terdiri dari Napi 27 orang dan tahanan 21 orang.

"Paling banyak adalah kasus narkoba dan selebihnya adalah pidana umum seperti pencurian, penipuan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)" tuturnya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Anggota Komisi III DPR-RI itu juga membagikan perlengkapan shalat kepada semua para narapidana Rutan Kelas IIB Kota Sabang seperti Sajadah, Mukena dan kain sarung.

http://aceh.antaranews.com - Irman Yusuf