Museum Sabang Resmi Dibuka

BERITA MEDIA

Kamis, 03 Desember 2015

SABANG - Museum “Abad Kejayaan Sabang” kini hadir di Pulau Weh, Sabang. Meseum yang terletak di Jalan O Surapati, Gampong Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya itu diresmikan operasionalnya oleh Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) Ir Fauzi Husen, Rabu (2/12).

Pengoperasian museum itu ditandai pengguntingan pita dipimpin Kepala BPKS didampingi Deputi Komersial dan Investasi, Syafruddin Chan dan Ketua Panitia Museum Sabang, Fauzi Daud. Ikut hadir Kapolres Sabang AKBP Nurmeiningsih SH, Dandim 0112 Letkol Inf Parsaoran Sirait, Danlanud Maimun Saleh Letkol Nav Saeful Rakhmat, Komunitas Sabang Heritage Society (SHS) Albina Ar Rahman, dan unsur Muspida lainnya.

Kepala BPKS Fauzi Husen mengatakan, atas dukungan berbagai pihak, terutama masyarakat Sabang, BPKS mulai mengoperasikan Museum Sabang yang di dalamnya menyajikan informasi dan pengetahuan tentang sejarah. Siapapun yang mengunjungi museum ini seakan-akan memandangi berbagai jenis bukti sejarah di masa kejayaan Sabang tempo dulu.

Untuk itu, Fauzi mengharapkan dukungan berbagai pihak termasuk kolektor untuk dapat memberikan saran dan pendapat serta sumbanganya dalam bentuk dokumentasi, benda antik, atau lainnya yang berhubungan dengan historis masa kejayaan Sabang saat dikenal dengan nama Kolen Station (1881-1942).

“Mudah-mudahan ke depan museum ini dapat bermanfaat bagi generasi yang akan datang. Tidak hanya sebagai destinasi wisata baru, tapi museum ini dapat dijadikan sarana edukasi,” katanya.

Sementara ketua panitia pelaksana, Fauzi Daud, dalam laporannya mengatakan, museum ini menitik beratkan tentang sejarah masa lalu Sabang. Sehingga apa yang ditampilkan nantinya merupakan kilas balik Abad Kejayaan Sabang.

BPKS terus berupaya melengkapi koleksi di Museum Sabang. Bahkan BPKS juga sedang membangun theater, persis di sebelah bangunan utama museum. “Kita berharap dari theater ini, nantinya akan memutar film-film dokumenter tentang Sabang masa lalu,” tambah Kepala BPKS, Fauzi Husen.

Dikatakannya, secara historis pelabuhan Sabang pertama kali dibangun Pemerintah Hindia Belanda pada 1881 dengan kegiatan utamanya pengisian air dan batubara ke kapal, yang disebut “Kolen Station”. Pelabuhan ini dikelola oleh Firma De Lange yang diberi kewenangan untuk membangun berbagai fasilitas pelabuhan pada tahun 1887.

Operasional pelabuhan dilaksanakan oleh Maatschaapij Zeehaven en Kolen Station, yang kemudian dikenal dengan nama Sabang Maatsscappij tahun 1895. Selanjutnya di era Belanda, pelabuhan Sabang telah berperan sangat penting sebagai pelabuhan alam untuk pelayaran internasional, terutama dalam mendukung perdagangan komoditi hasil alam Aceh yang diekspor ke negara-negara Eropa.

Kejayaan VrijHaven Sabang ini berakhir pada saat Perang Dunia ke-2 saat Jepang menguasai Asia Timur Raya tahun 1942 dan mengalami kehancuran fisik sehingga Sabang sebagai pelabuhan bebas ditutup.(az)

aceh.tribunnews.com