Kapal Perang Selamatkan Nelayan Aceh

Senin, 04 Mei 2015 BERITA MEDIA

Oleh sabangkota

SABANG - Kapal perang milik Indonesia, KRI Tjiptadi 381, Jumat (1/5) sekitar pukul 20.30 WIB,  berhasil menyelamatkan dua nelayan asal Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, yang terombang ambing di perairan atas Pulo Rondo, sekitar 40 mil dari Pelabuhan Ulee Lhuee, karena boat yang mereka tumpangi rusak. Kedua nelayan itu bernama Irfandi (30) dan Muhammad Rafi (19).

Komandan KRI Tjiptadi 381, Letkol Laut (P) Erry Pratama kepada Serambi, Sabtu (2/5) mengatakan, kabar tentang dua nelayan yang terombang-ambing di laut lepas itu diterima dari Danlanal Sabang Kolonel Laut (P) Sujatmiko. Sebelumnya, Danlanal menerima informasi ini dari Kapal Perang Turki TCG F 495 Gediz yang sedang berlayar menuju Jepang.

Karena boat yang ditumpangi Irfandi dan Rafi masih berada dalam wilayah perairan Indonesia, kapal perang Turki tersebut tak bisa memberikan pertolongan. Kapal perang Turki itu hanya bisa menginformasikan kepada pihak terkait dan menunggu kedatangan kapal Indonesia.


Berdasarkan informasi tersebut, pada Jumat (1/5) sekitar pukul 18.45 WIB, KRI Tjiptadi bergerak menuju lokasi hanyutnya boat pancing yang diberi nama “Upin” tersebut. Sekitar pukul 20.30 WIB, boat pancing itu ditemukan dalam kondisi terapung bersama dua nelayan dimaksud.

Setelah ditemukan, Irfandi, Rafi, dan boat berwarna hijau 10 GT dengan panjang 8 meter, malam itu juga dievakuasi ke Dermaga Lanal Sabang. Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam, kedua nelayan dan boatnya tiba di Dermaga Lanal Sabang, Sabtu (2/5) pukul 01.15 WIB dini hari. Belakangan diketahui, kedua nelayan itu sudah tiga malam terombang-ambing di laut lepas. (Baca, Tiga Malam Teombang-ambing)

Boat dan kedua nelayan itu diserahkan oleh Komandan KRI Tjiptadi 381, Letkol Laut (P) Erry Pratama kepada keluarganya, diterima oleh Irwan, abang kandung Irfandi dan tauke boat, H Adi, di Kapal KRI Tjiptadi 381 yang parkir di Dermaga Lanal Sabang. KRI Tjiptadi 381 saat ini tergabung dalam pelaksanaan Satgas INDINDO 25/15, yaitu kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan India untuk melaksanakan patroli/latihan laut bersama yang rutin diagendakan setiap tahun.

Sementara Danlanal Sabang Kolonel Laut (P) Sujatmiko, mengatakan, ditemukannya dua nelayan Aceh bersama perahunya itu, merupakan bentuk respons cepat TNI AL dalam menjaga kedaulatan NKRI dan pelaksanaan operasi militer, selain perang dengan melaksanakan bantuan SAR kepada nelayan Aceh yang mengalami permasalahan di laut Aceh.

Sementara Irfandi dan Muhammad Rafi kepada Serambi, saat berada di atas KRI Tjiptadi 381, Sabtu (2/5), menceritakan, boat yang mereka tumpangi rusak pada Selasa (28/4) menjelang malam, saat menuju ke pinggir pantai perairan Pulo Aceh untuk istirahat.

Namun, sekitar 3 mil lagi tiba di pinggir pantai, ass propeller boat patah diterjang ombak. Irfandi dan Muhammad Rafi melepas jangkar. Tapi, karena ombak tinggi dan arus cukup deras, boat hanyut lagi menjauhi pantai. Mereka sudah berusaha memperbaiki kerusakan mesin, tapi tak ada hasil. Karena lelah, kedua nelayan pencari ikan tuna itu pun tertidur. Mereka terkejut saat terbangun sudah berada di perairan dekat Pulo Rondo.

Tak ada upaya lain bisa dilakukan, kecuali bertawakal. Perahu mereka terus dibawa arus hingga ke laut lepas. Meski banyak kapal yang lalu lalang di lintasan itu, namun tidak ada satupun yang mau mendekat untuk membantu.

Berbekal Radio Icom, Rafi mencoba menghubungi kapal perang Turki yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi mereka terapung. Rafi yang memahami bahasa Inggris mengaku sempat berbicara dengan awak Kapal Perang Turki. Berdasarkan komunikasi itu, awak Kapal Perang Turki berkoordinasi dengan KRI Tjiptadi 381 yang tak lama kemudian muncul ke lokasi dan mengevakuasi kedua nelayan itu. “Kami sangat berterimaksih kepada KRI Tjiptadi 381 yang sudah membantu menyelamatkan, sehingga bisa bertemu lagi dengan keluarga,” kata Irfandi.

Sementara Irwan, abang kandung Irfandi mengaku mendapatkan kabar tentang hanyutnya boat yang ditumpangi adiknya sejak Rabu (29/4) dari Fardi, nelayan yang boatnya juga rusak diterjang ombak di perairan Pulo Aceh, namun selamat karena jangkarnya tidak diseret arus. “Kami sudah gelisah. Di rumah kami sudah melakukan doa untuk keselamatan mereka. Kami bersyukur mereka selamat. Terima kasih kepada Komandan KRI Tjiptadi 381 yang telah menyelamatkan adik kami,” katanya.(az)

aceh.tribunnews.com